Saturday, 8 March 2014

PENGERTIAN BAHAN BAKAR DIESEL DAN ANGKA CETANE PADA BAHAN BAKAR DIESEL


Bahan bakar diesel atau di Negara kita sering disebut sebagai solar adalah merupakan percampuran antara hidrokarbon yang disuling setelah bensin dan minyak tanah disuling dari minyak mentah pada temperatur antara 150 sampai 370ºC (302 sampai 698ºF). Bahan bakar diesel terutama digunakan untuk menjalankan mesin-mesin diesel.


Bahan bakar ini juga memiliki fungsi sebagai oli ringan pada saat bekerja, dengan tingkat kekentalan yang baik ia juga dapat melumasi part part yang dilaluinya, tidak seperti bensin, bahan bakar diesel juga berfungsi sebagai pelumas. Jangan menukar bahan bakar, karena bila bensin dimasukkan ke dalam mesin diesel tanpa disengaja, akan dapat merusak pompa injeksi dan nozzle. Dan dapat merusak system kerja mesin diesel secara keseluruhan.

Bahan bakar diesel diklasifikasikan ke dalam berbagai macam tipe, utamanya tergantung pada tingkat kecairan, karena tingkat kecairan akan menurun, saat temperatur merendah. 

Tipe yang digunakan harus sesuai dengan (temperatur) lingkungan penggunaan.
Bahan bakar diesel ini biasanya digunakan pada kendaraan kendaraan diesel komersial yang besar dan memiliki daya tahan beban yang besar, pada saat kerjanya bahan bakar diesel terbakar karena panasnya tekanan ruang bakar, bahan bakar diesel juga dibedakan berdasarkan kualitasnya atau yang lebih sering disebut nilai Cetane (kalau bensin oktan)

Angka cetane Pada Bahan Bakar Diesel

Angka cetane berguna untuk menunjukkan kemampuan pembakaran bahan bakar diesel. Semakin tinggi angkanya, maka kemampuan pembakaran semakin baik dan semakin kecil kemungkinan terjadinya mesin ngelitik (knocking).

Angka cetane minimum bagi bahan bakar yang dapat digunakan pada mesin diesel otomotif berkecepatan tinggi biasanya adalah 40 sampai 50.
Angka cetane yang baik itu berada di pertengahan 0-100, jika angka menunjukan yang lebih tinggi maka mesin diesel akan mendapat pengapian yang sangat baik, namun bahan bakar akan sangat mudah terbakar sehingga akan menimbulkan knocking di mesin diesel.

Sedangkan jika angka cetane menunjukan angka yang lebih kecil dari petengahan (40-50) maka sebaliknya, pengapian mesin diesel akan sangat buruk, bahan bakar terbakar setelah TMA, dan mesin akan kehilangan tenaga, tetapi tidak akan terjadi knocking pada mesin diesel

Apa itu diesel knocking?
Terkadang kita sering mendengar kata knocking, apa itu? baiklah.. Diesel knocking muncul saat waktu sebelum pembakaran (retarded ignition timing) menjadi lama, seperti saat menggunakan bahan bakar berangka cetane rendah, pada temperatur atau rpm rendah. Saat interval sebelum pengapian menjadi lebih panjang, bahan bakar yang tersisa di dalam silinder akan terbakar atau meledak seluruhnya, yang menyebabkan tekanan naik secara tiba-tiba. Hal ini menimbulkan suara mendesis.  

No comments:

Post a Comment

Thank you so much if you give a comment for me, it so help me to improve my blog....later

Please Types your Comment