Thursday, 13 March 2014

FUNGSI OLI MESIN



Kendaraan, hampir bisa dipastikan setiap orang di Negara Indonesia ini sudah tidak asing lagi mengenal yang namanya motor ataupun mobil, tetapi tahukan sobat semua, ada salah satu komponen yang special yang terdapat di kendaraan kita ini yaitu Mesin.
Oops... tapi saat ini kita belum membahs mesin, kita akan membahas, komponen yang selalu aktif melindungi mesin dan membuatnya tetap awet, yaitu oli mesin
Oli mesin melumasi berbagai macam part-part bagian dalam mesin.
Oli mesin memiliki empat fungsi utama sebagai berikut:

Melumasi, Oli mesin melumasi permukaan-permukaan metal yang saling mengalami kontak di dalam mesin dengan cara membentuk film oli di atasnya, hal ini meminimalkan gesekan antara permukaan-permukaan metal, dan akan membuat mesin lawet dan tidak cepat aus.

Mendinginkan,
Oli mesin mendinginkan mesin dengan cara menyerap panas dari area-area yang tidak mudah menjadi dingin oleh sistem pendinginan, seperti piston dan permukaan permukaan yang saling mengalami kontak

Membersihkan, Oli mesin membersihkan oli yang menyumbat yang tercipta dengan cara pembakaran dan partikel-partikel metal di dalam oli, tanpa memungkinkannya untuk mengendap pada part-part bagian dalam, dan oli selalu bersirkulasi selama mesin bekerja.

Merekatkan, Oli mesin membentuk film oli diantara piston dan syiinder. Hal ini berfungsi sebagai perekat yang meminimalkan pembebasan tiupan gas (blow-by gas).

Oli mesin untuk mesin diesel dan bensin berbeda. Tekanan kompresi dan pembakaran di dalam mesin diesel sangat tinggi, dan daya yang besar diberikan pada part-part yang berputar. Oleh karena itu, oli mesin yang digunakan pada mesin diesel harus membentuk film oli yang sangat kuat. Akan tetapi, baru-baru ini telah diproduksi tipe oli untuk kedua mesin diesel dan bensin. Oli mesin menurun tingkatnya dikarenakan oksidasi atau panas, dan harus diganti secara berkala.

APA ITU NILAI SAE?


Pada saat penggantian oli mesin, kita sering melihat nilai sae dari oli yang akan kita pakai tersebut yang terletak di kaleng atau botol bagian luarnya, sering tertulis 10W-30 atau 20W-40, sebenarnya apa yang dimaksud dengan hal tersebut?
Pada penulisan 10W-30 merupakan sebuah tanda dari kekentalan ataupun daya tahan oli tersebut,  Indeks ini menunjukkan temperatur ambient dimana oli tertentu dapat digunakan.
(Sebagai contoh: "10W-30") Semakin besar angkanya, semakin tinggi viskositas / kekentalan oli.

Oli dengan indeks viskositas yang menunjukkan rentang seperti SAE 10W-30 disebut oli "multi-grade" ,

Berikut Adalah Table Nilai SAE :

Semakin rendah angkanya, seperti "10," maka semakin kecil kemungkinan oli untuk mengeras pada temperatur rendah. Semakin tinggi angka kedua, seperti "30," semakin kecil kemungkinan oli menjadi kurus pada temperatur tinggi.

"W" berarti musim dingin ("winter"), menunjukkan bahwa viskositas ini adalah untuk penerapan pada temperatur rendah. Di Negara kita, ketahanan oli di awal tidak terlalu diperhatikan, karena oli tidak akan pernah membeku karena tidak adanya musim salju, sedangkan yang perlu diperhatikan adalah bagian akhir dari spesifikasi si oli.

No comments:

Post a Comment

Thank you so much if you give a comment for me, it so help me to improve my blog....later

Please Types your Comment